Showing posts with label Naskah Drama. Show all posts
Showing posts with label Naskah Drama. Show all posts

Tuesday, September 25, 2012

Gedebug–Naskah Drama Monolog

 

Naskah monolog dengan judul Gedebug sebuah karya dari  Bina Margantara, langsung simak cuplikannya :

DI PANGGUNG NAMPAK SEORANG YANG SEDANG DIPASUNG MENYERUPAI SALIB (SALIB TERSEBUT BERADA DI DALAM SEBUAH LINGKARAN) DENGAN HANYA KEPALA YANG DISOROTI LAMPU. TATAPAN TAJAM, MENGAMATI SEKELILING.

BACKROUND SEBUAH JAM DINDING BESAR MENUNJUKKAN JAM 12 TEPAT

TIBA-TIBA MENGERANG…

SAMBIL BERUSAHA MELEPASKAN PASUNGAN TERSEBUT, MAKA LEPASLAH IA.

KEMUDIAN MEREGANGKAN OTOT-OTOTNYA, DAN MENCARI-CARI SESUATU, TERNYATA YANG DICARI ADALAH AIR

Eeeuuk..eeuuk.. (DIA PUN BERSENDAWA)

Air yang sejuk bagi jiwa-jiwa yang bebas, hahaha..taiklah..apa dengan mengikatku bisa memasungkan pikiran juga hah? Bodoh!! Di sini tempat yang sungguh tidak terlalu asyik, asing, banyak orang-orang aneh, omongannya juga ngawur, ngelantur. Sudah berlumut juga dinding di sini oleh obrolan mereka.

Oh ya, di sini juga serba putih-putih. Baju putih, celana putih, dinding putih (SAMBIL MENUNJUK), sampai bapak kepala sini rambutnya juga sudah putih, seperti kucing yang sering ia bawa. Kadang aku pun bingung, mana yang kepala mana yang kucing. Hahahaha…

Baiklah, sekarang sudah jam 12 tepat. Waktunya istirahat alias jam makan kata orang kantoran. Setuju? Tapi istilah itu mencokol terus dalam benakku, waktu istirahat atau istirahat waktu? Waktu makan atawa makan waktu? Yang terakhir ini memang aneh, kalau makan waktu, terus menuangkan waktunya kapan? Ahh, sungguh edan!! Kantoran edan.

Aku sesungguhnya betah di sini, itu..itu..

(MENUNJUK KE MENAKIN YANG DIDANDAN, SAMBIL MEYAKINKAN PADA PENONTON)

Itulah alasan mengapa aku betah disini. Wanita-wanita cantik dengan kopiah putih. Alamak, sedap nian. Terus melirik dan main mata dengaku, walau dari jauh. Tapi, dia selalu kosong, mengiba-iba ingin dibebaskan. Dan juga sudah aku bilang, lebih baik seperti aku saja. Bebas, mau jingkrak-jingkarak, guling-guling, merangkak, telungkup, ngangkang,enakmu dewe! Tak ada yang larang, tapi dia tak mau. Ya sudahlah……

Untuk Naskah selengkapnya silakan Unduh Filenya Disini

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

ANTIGONE–Naskah Drama

Lakon ANTIGONE Karya Sophokles yang ditata dengan rapi ini saya sajikan dalam bentuk file rtf yang dapat di download dengan gratis. Berikut cuplikannya :

DRAMATIC PERSONAE : ANTIGONE, ISMENE, PADUAN SUARA WAKIL RAKYAT THEBES

CREON; Raja Thebes, KAPITAN; Pengawal, HAEMON; Putra Creon, EURIDICE; Istri Creon, TEIRISIAS, PEMBAWA WARTA I, PEMBAWA WARTA II

PROLOGOS

ANTIGONE

Ismene, saudariku! Beginilah warisan Oidipus kepada kita. Dewa telah melimpahkan unggun penderitaan pada kita. Duka demi duka dan terhina semakin terhina – Dan kita ditambah pula dengan peraturan raja yang….Apakah kamu sudah tahu? Atau barangkali kamu belum sadar bahwa ada musuh menyusun rencana

ISMENE

Tak ada warta buruk atau baik sampai ke telingaku, Antigone. Sejak kedua saudara kita wafat, tak ada kudengar apa-apa. Ah, ya, sejak mundurnya tentara Argos semalam, tak ada berita tentang jenazah kedua saudara kita yang telah gugur bersama

ANTIGONE

Itu sudah kuduga. Itulah sebabnya aku tarik kami kemari. Keluar istana, supaya bisa lebih bebas bicara.

ISMENE

Ada sesuatu dalam pikiranmu. Katakanlah!

ANTIGONE

Creon sang raja memutuskan untuk memperlakukan kedua jenazah saudara kita secara berbeda. Jenazah Eteocles, ia makamkan dengan penghormatan yang lengkap, dengan upacara yang gemilang, ia antarkan sukamnya ke neraka. Tetapi untuk jenazah Polyneicies yang malang, ia kenakan larangan untuk menguburnya. Harus dibiarkan terkapar tanpa diratapi, tanpa pemakaman, menjadi mangsa burung-burung padang belantara. Kamu dan aku tak berdaya apa-apa.

Dan kini Creon sendiri tengah bersia-siap keluar istana untuk memimpin sendiri pelaksanaan pengumumannya. Jangan kamu kira ia Cuma setengah-setengah saja – hukuman untuk pelanggaran sudah tentu hukuman mati – dilempari batu sampai mati. nah, camkanlah, Ismene, saudariku. Kamu berdarah bangsawan! kamu harus membuktikan keaslian bulumu nanti, bila ada harga dirimu.

ISMENE

Oh, saudariku yang bergelora, Antigone. Dalam hal ini apa yang mesti aku lakukan?

ANTIGONE

Sekedar renungkanlah – seandainya kamu mau membantuku

ISMENE

Melakukan apa? Apakah rencanamu?

ANTIGONE

Membantuku mengurus jenazah

ISMENE

Kamu akan mengubur jenazah itu? Itu dilarang!

ANTIGONE

Ia saudaraku, juga saudaramu. Niat telah kutetapkan. Kamu uruslah dirimu sendiri!

ISMENE

Tapi Creon telah melarang….

Cerita selengkapnya download Disini

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

Fragmen Cinta–Naskah Drama

 

FRAGMEN CINTA; RUMI- RABIA Karya Javed Paul Syatha dan langsung saja kita simak cuplikannya :

Segmen /1/

Di sini, baik cahaya maupun bayang-bayang adalah tarian cinta. Cinta tak bersebab; ialah pengukur ketinggian rahasia sepasang kekasih; seperti puisi cinta yang tak mengenal waktu, dimana kesuatu tempat yang tak terlukiskan. Sampai-sampai setiap saat menjadi penuh kemegahan oleh cahaya cinta.

Tapi tubuh siapa gemulai dalam daun cahaya dalam terang warna bunga-bunga dengan gairah yang memancar dari segala sudut cahaya; mengelilingi dengan tarian seonggok batin yang beku terbelenggu yang fana.

Rabia

bulan telah menjadi penari

dalam puisi cinta ini

tarian cahaya ini

oh, mata penuh gairah

tengah membakar diri sendiri

aku bercinta dalam cahaya

dalam keagungan cinta

lantas berdansalah dalam dadamu

dimana tak seorang pun melihatnya

Rumi

(Dalam lingkar kebutaan yang memasung segala hasrat merantai)

teruslah menari kekasihku, sebrangkan rindu kita dari perangkap

batin yang menyesatkan diri pada lingkar kefanahan ini.

Lepaslah, lepaslah wahai kekasih. Engkaulah hakikat penawar racun cinta ini.

Rabia

Aku tengah melihat taman bunga kekasihku, aku melihat

diriku bersamamu menjadi sepasang simbul ketiadaan yang melampaui keyakinan demi keyakinanku.

Rumi

Ya, biarkan ia menjadi roh dari segala cinta yang rindu akan keabadian. Biarkan perih ini juga untuk mereka yang datang sebagai pecinta di hadapan matahari.

Rabia

Maka apakah kau ingin aku tertawa untuk membunuh segala kecemasan. Segala kecemasan untuk mencintai, untuk memelihara nestapa ini? oh, hatiku telah terbakar oleh cahaya matahari dari kehendakmu itu dan cinta telah menjadi saksi nyala apinya.

Rumi

Tapi inilah aku dalam bilik para pecinta, aku dapat melihat dengan mata terpejam keindahan yang menari; mabuk karena cinta. (langkah kecil pada jejak lingkaran yang merantai) akupun menarikan irama dari dunia yang terus berputar; sampai aku telah kehilangan akalku dalam dunia percintaan ini.

Rabia

Jadi, maksudmu aku hanya mencintai diriku sendiri, tak sanggup membunuh keakuanku, lenyapkan diri dari segala mahadaya cinta!

Oh, hatiku telah terbakar dalam ketidakkuasaan nyala api gairahku sendiri.

Unduh Naskahnya Di Sini

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

KERAJAAN LEBAH–Naskah Drama

KERAJAAN LEBAH

Ditulis oleh Aga Shakti Kristian

Pada zaman dahulu kala,hiduplah sepasang lebah yang memerintah kerajaan yang disebut kerajaan lebah. Selama masa pemerintahannya, seluruh rakyat selalu hidup rukun dan bekerja sama dalam mengumpulkan makanan.lebah adalah makhluk yang suka bekerja keras.

Tetapi tibalah musim kemarau.Hutan-hutan kering, sungai juga kering,dan tidak ada bunga yang menghasilkan madu.hanya rumput ilalah yang masih bertahan hidup. Hal ini membuat raja gelisah.

 

 

1.

Pengawal

:

Tenanglah Raja!

2.

Pengawal

:

Tunggulah satu bulan lagi, pasti kesengsaraan ini segera berakhir.

3.

Pengawal

:

Semua rakyat masih punya banyak persediaan makanan.

4.

Pengawal

:

Benar Paduka Raja, rakyat hanya membutuhkan kesabaran saja

5.

Pengawal

:

Rakyat sudah terlalu senang bekerja,setiap hari mereka bekerja. Baik siang maupun malam, tanpa mengenal lelah.

6.

Raja

:

Tetapi apa yang dapat kuberikan kepada mereka? Tidak ada!

7.

Pengawal

:

Mereka hanya butuh sesuatu yang dapat menghibur mereka. Jangan sampai mereka bosan bekerja, jangan biarkan mereka menjadi stress, apalagi gila.

8.

Raja

:

Aku ini yang sudah gila, pengawal! Aku yang paerlu hiburan. Aku sudah tidak dapat memikirkan cara mengatasi bencana ini?

9.

Pengawal

:

Bukankan Paduka yang memiliki seluruh negeri ini?

10.

Pengawal

:

Dan juga,putri-putri Tuanku Rajasungguh cantik dan sangat mengasihi Tuanku.

11.

Raja

:

Tetapi aku butuh hiburan. Sekarang dengarkanlah aku, pergilah kalian ke seluruh penjuru kerajaan lalu segera bawakan hiburan untukku. Jika tidak maka kerajaan ini akan hancur.

12.

Pengawal

:

(saling berpandangan)

13.

Raja

:

Cukupmencari hiburan yang dapat kalian bawa kemari. Sudahlah, sekarang pergilah kalian,aku mau istirahat. Sudah waktunya tidur siang.

14.

Pengawal

:

Apa yang harus kita lakukan?

15.

Pengawal

:

Lha ya tidak tahu!

16.

Pengawal

:

Bagaimana kalau kita cari hiburan.

17.

Pengawal

:

Maksudmu kita yang mencari hiburan. Itu ide yang sangat baik. Kita memang butuh hiburan.ayo pergi.

Di sebuah jalan kecil yang berada di pinggir hutan.hari masih pagi. Keadaan sekitar begitu sepi. Tetapi tiba-tiba muncul sosok yang tidak begitu asing. Ia adalah pemimpin kelompok Lebah Perampok.

Download Naskahnya Di sini

Terima kasih telah berkunjung

Selengkapnya... »»  

dan LAINNYA, SEBAGIANNYA–Naskah Drama

 

Lakon dan LAINNYA, SEBAGIANNYA Karya BINA MARGANTARA cukup unik untuk ditelisik lebih dalam. Berikut cuplikannya :

Pemain : BEDUL, LINGGAM, ASIH, MUKAR, POLISI.I, POLISI.II, SIPIR.I, SIPIR.II

BABAK I

DI PANGGUNG TAMPAK DUA BUAH KURSI SALING TINDIH (KURSI 1) DI ATAS LEVEL, DAN ADA SATU KURSI LAGI DI SISI KANAN (KURSI 2) – DENGAN SEORANG PRIA TUA DUDUK DISANA – AGAK JAUH, SAMBIL MENGAMATI KURSI 1. LIGHTING MERAH MENYINARI KURSI-KURSI TERSEBUT BERGANTIAN, DAN TERAKHIR BERHENTI DI KURSI YANG SALING TINDIH.

LALU MASUK SESEORANG, MENGHAMPIRI KURSI 1. SUASANA TERANG MULAI TAMPAK, TAPI KURSI 2 MASIH BELUM DISINARI LIGHTING

ADEGAN I

BEDUL

Berapa lama aku menuggumu dalam sehari (BERJALAN MENUJU KURSI 1), apakah berakhir sehari ini hah? Atau sejak kemaren dia ‘tlah datang? Sore kah, siang, jelang malam?… Oh, selalu begini!!

(MEROGOH SAKU)

Mungkin ini cukup membantu (SEBUAH PEMBUKA TUTUP BOTOL), kudengar ia mulai terobsesi dengan menjadi pencerita yang selalu ngawur, dan pengarang kacangan. Kabarnya juga ia selalu membawa tali.Untuk persiapan katanya, kesiapan apa Mukar?

Kau terlau rumit untuk hal yang sederhana, kau makan semua teori seakan kepalamu mau pecah sobat, hadapi saja seolah mudah.

(LALU DUDUK)

Aku akan selalu begini terus, menunggu senja-senja kelabu dengan dada kosong, rambut yang hampir keseluruhannya putih. Tidakkah kau lihat itu sayang, langit hampir pecah, dan cahaya purnama separuh mencuri masuk kamarku. Benda ini yang terakhir kuingat (BERBICARA DENGAN PEMBUKA TUTUP BOTOL) kau buka tutupnya, lalu kau masuk dan tak pernah lagi kembali.Oooh, nasib katamu terakhir.

SEORANG WANITA MASUK, SAMBIL MENYEMBUNYIKAN SESUATU DI TANGANNYA, PERAWAKAN CERIA, SAMBIL CENGAR-CENGIR

ASIH

Hei…! (MEMBUAT SI PRIA TERKEJUT) Dasar tua bangka, selalu nyasar. Bingung dan berbicara sendiri, kurang kerjaan. Bagaimana kalau aku kerjai? Senja itu berbeda setiap harinya, kenapa itu yang kau pikirkan

BEDUL

Eh..eh..eh!! Mulutmu sedikit dijaga ya. Untung jantungku masih kuat seperti dulu, jika tidak, mungkin kususul juga istriku yang hampir mampus itu……

Unduh naskahnya Disini

terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

AKU vs AYAHKU–Naskah Drama

Drama Remaja karya Budi Ros dengan judul Aku vs Ayahku ini dapat anda praktekkan dengan mudah karena ceritanya yang familiar, berikut cuplikannya :

PEMBUKA

GONG DUA BERBUNYI.

PARA PEMAIN MUNCUL DARI PINTU MASUK AUDITORIUM, MENUJU PANGGUNG. SEMUA MENYAPA PENONTON DENGAN RAMAH : “ SELAMAT MALAM SEMUA, SELAMAT DATANG … APA KABAR ?. ”

SESAMPAI DI PANGGUNG, PARA PEMAIN MENATA SET DAN PERALATAN LAINNYA. BAGUS, PEMIMPIN MEREKA, MEMBERI KOMANDO BAGAIMANA SET DAN PERALATAN HARUS DI TATA.

KEMUDIAN DARI SALAH SATU SISI PANGGUNG MUNCUL MENEJER PANGGUNG, YANG MEMBERI TAHU BAHWA KOMANDO BAGUS TERNYATA SALAH. SET DAN SEMUA PERALATAN KEMUDIAN DI TATA ULANG SEPERTI PETUNJUK MENEJER PANGGUNG.

SEMUA PEMAIN TURUT AKTIF MENYIAPKAN PERALATAN.

MENEJER PANGGUNG DIBANTU BAGUS SESEKALI MENGECEK APAKAH SEMUA PERALATAN DITEMPATKAN PADA TEMPATNYA ATAU TIDAK.

MEREKA MEMERIKSA DARI BEBERAPA SUDUT, KEMUDIAN BEBERAPA KALI MELIHAT ARLOJINYA, DAN KETIKA MENYADARI SUDAH WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI, MENEJER PANGGUNG BERTANYA PADA PARA PEMAIN

MENEJER PANGGUNG :

Bagaimana, sudah siap ?

PARA PEMAIN :

Belummm …

MENEJER PANGGUNG :

Oke, cepat sedikit kalau begitu.

LALU MENEJER PANGGUNG BERUNDING DENGAN BAGUS. KEMUDIAN MEREKA SEPAKAT, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN SEMENTARA PANGGUNG DISIAPKAN.

MENEJER PANGGUNG TURUN TANGAN LANGSUNG MEMBANTU PERSIAPAN, IKUT MENGANGKAT SET DAN PERALATAN, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN.

BAGUS : ( BICARA PADA PENONTON )

Ternyata repot sekali membuat pementasan teater. Tapi jangan kuatir, apa pun yang terjadi pertunjukan akan tetap jalan. Selesai tidak selesai panggung ini ditata, kami akan tetap main. Sebab kami berlatih sudah sangat lama, sekitar 6 bulan. Kami sudah banyak kehilangan waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Sia-sia sekali kalau kami tidak jadi main gara-gara panggung belum beres. Kami pun merasa berdosa pada Anda semua. Jadi jangan kuatir, kami pasti main.

 

Unduh Naskahnya Disini

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

CIUT PAS SESAK PAS–Naskah Drama

CIUT PAS SESAK PAS adalah naskah drama hasil Karya Genthong HSa yang telah berhasil mendapatkan Juara III Sayembara Menulis Naskah Drama DKJ 2003. Berikut cuplikannya :

BABAK PERTAMA

Panggung sepi, terdengar sound effect gemuruh kesibukan kota yang mulai perlahan melemah, ditimpa bunyi seruling, lagu sembarang berbau tradisional.

SESEORANG

Sepatu…. Sepatuku hilang….. ada yang mau memberi sepatu?

SESEORANG (menyanyi lagu Jawa)

Gundul-gundul pacul-cul, gembelengan

Nyunggi-nyunggi wakul-kul, gembelengan

Wakul nggelempang segane dadi sak latar

Wakul nggelempang segane dadi sak latar

YANG TADI

Sepatuku…. Sepatuku hilang…!!! Hee….! Sepatuku hilang….!!!

SESEORANG

Jangan Tanya aku, aku tak melihat.

YANG TADI

Siapa Tanya kamu, aku tidak gila mau bertanya pada orang gila yang menutup matanya, tapi sepatuku hilang…!!!

SESEORANG

Gila banget…. Gila banget…!!!

YANG TADI

Sepatuku hilang…!!! Eee…. Sepatuku hilang!!!

SESEORANG

Meong… Meong…. Meong…..

YANG TADI

Sepatu…! Sepatu….!! Sepatu….!!!

Ada yang mau memberi sepatu? Ada yang membuang sepatu?

SESEORANG

Orang nggak punya kaki saja ribut cari sepatu…. Huh!!!

YANG TADI

Diam kaki satu, jangan ikut-ikut, nanti tambah ribut!!!

YANG LAIN

Semua tahu, dari tadi yang ribut kamu.

YANG TADI

Daripada sepi, daripada lengang, suara raksasa itu mengebor telinga…

 

Demikian sedikit cuplikan dari naskah drama Ciut Pas Sesak Pas

Silakan download Disini

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

CIPOA–Naskah Drama

Kali ini saya hadirkan naskah drama dengan judul CIPOA yang merupakan hasil karya dari Putu Wijaya. Berikut cuplikan naskah drama Cipoa :

 

BAGIAN PERTAMA

LAYAR BESAR SEPERTI BUKIT BATU. NAMPAK DALAM SILHUET BANYAK ORANG BEKERJA MENGGALI DALAM BERBAGAI UKURAN. DI DEPAN NAMPAK TIVRI SANG PENJAGA TAMBANG MASIH TIDUR. KABUT MULAI TURUN TANDA MALAM AKAN TIBA. JURAGAN MUNCUL DAN MEMPERHATIKAN,

JURAGAN

Ya Tuhan, mereka sudah hampir menemukannya.

JURAGAN MENGAMBIL LEMPENGAN BESI DAN PEMUKULNYA TANG ADA DI DEKAT TIVRI TIDUR LALU MEMUKULNYA LIMA KALI. TIVRI TERSENTAK BANGUN. LALU CEPAT-CEPAT MENGANCINGKAN BAJU DAN CELANANYA LALU OTOMATIS MENIUP SEMPRITAN SEPERTI MESIN.

TIVRI (Setelah Meniup Sempritan Lalu Bicara Dengan Corong) Lho apa sudah pukuTepat pukul lima!

JURAGAN

Kabut sudah turun. Malam akan tiba. Semua harus berhenti kerja!

TIVRI
Tapi harta karun belum ketemu Juragan!

JURAGAN
Tidak apa, berhenti dulu. Kalau terlambat keluar mereka bisa disekap dalam tambang. Nanti dikawin sama setan. Mau nggak punya keturunan kepalanya monyet?

TIVRI

Nggak!

(Ketawa Lalu Meniup Sempritan)

Oiiii sudah pukul lima, kabut sudah turun. Walaupun harta karun belum ketemu, berhenti semua. Kalau terlambat keluar bisa dikawin sama setan. Mau punya keturunan kepalanya monyet?

SEMUA BERHENTI BEKERJA DAN MEMBAWA PERALATANNYA KELUAR SAMBIL MENYANYI. DENGAN GEMBIRA DAN BERSEMANGAT……..

Langsung Download naskahnya DISINI

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

DASEIN–Naskah Drama Monolog

Naskah Monolog berjudul DASEIN yang merupakan karya Bina Margantara ini tergolong sebagai drama monolog yang mempunyai alur cerita yang sederhana, berikut cuplikan naskah drama DASEIN karya Bina Margantara :

 

LAMPU MERAH MENYOROTI PEMAIN YANG SEDANG DUDUK, DENGAN KAKI DI ATAS MEJA. DIA MENGENAKKAN TOPI , TATAPAN KOSONG KE DEPAN. SESEKALI MENGEPULKAN ASAP ROKOKNYA KE ATAS. SELALU BEGITU HINGGA BEBERAPA MENIT.

LAMPU MERAH MATI.

ADA LAMPU NEON TEPAT DI ATAS KEPALANYA, DAN AKTIVITASNYA SELALU BEGITU.

LAMPU KEMUDIAN MATI, TERDENGAR SUARA RIUH DI LUAR PANGGUNG

ADEGAN I

SUARA DI LUAR

Mengapa kau bertingkah seolah sedang berpikir Mukar?

Masih punya otak toh, masih percaya nurani?

(MEREKA PUN TERTAWA DENGAN NADA YANG SANGAT MENGGIDIK)

MUKAR

(SEOLAH MUKAR MENGACUHKAN SUARA TADI, DAN DIAM BARANG SEJENAK, KEMUDIAN AKHIRNYA ANGKAT BICARA)

Apa salah, hah?

Inilah cara saya menikam sepi-sepi, merasa merdeka dan tak pernah terkontaminasi oleh doktrin yang sangat menggrogoti akal sehat. Dan juga, cara saya melayani diri sendiri

(MUKAR PUN TERTAWA, SEAKAN TAK ADA BEBAN)

Kalian mesti mencari cara sendiri-sendiri (SAMBIL MENGEJEK)

SUARA DI LUAR

Cara kau bilang?

Dan cara yang kau sebutkan adalah cara yang begitu aneh, lebih tepatnya adalah…….

 

Naskah selengkapnya dapat anda download pada halaman ini.

Klik Disini Untuk Mendownload

Terimakasih.

Selengkapnya... »»  

Bulan Bujur Sangkar–Free Download Naskah Drama

 

Bulan Bujur Sangkar adalah Drama Satu Babak hasil karya Iwan Simatupang yang ceritanya cukup menarik apa bila diperankan dengan benar tentunya. berikut cuplikan naskahnya:

ADEGAN 1

ORANG TUA

(Sibuk Menyiapkan Tiang Gantungan).

Kau siap. Betapa megah. Hidupku seluruhnya kusiapkan untuk mencari jenis kayu termulia bagimu. Mencari jenis tali termulia. Enam puluh tahun lamanya aku mengelilingi bumi, pegunungan, lautan, padang pasir. Harapan nyaris tewas. Enam puluh tahun bernapas hanya untuk satu cita-cita. Akhirnya kau ketemu juga olehku. Kau kutemukan jauh di permukaan laut. Setangkai lumut berkawan sunyi yang riuh dengan sunyinya sendiri. Kau kutemui jauh tinggi. Sehelai jerami dihimpit salju ketinggian, yang bosan dengan putihnya dan tingginya. Kau siap! Kini kau bisa memulai faedahmu!

MASUK PEMUDA, BERTAMPANG LIAR, LETIH, DAN MENENTENG MITRALIUR. IA KAGET, MELIHAT TIANG GANTUNGAN DAN ORANG YANG BERDIRI TENANG DI SAMPINGNYA. IA MENODONGKAN MITRALIURNYA.

ORANG TUA

Tunggu! Jangan tergesa. Mari kita tentukan dulu tegak kita masing-masing. Agar jangan silap menafsirkan peran kita masing-masing. Yang mematikan atau yang dimatikan.

ANAK MUDA

Maksud Bapak?

ORANG TUA

Tingkah laku harus senantiasa sesuai dengan watak yang ingin digambarkan.

(Ia bisa mengambil mitraliur dari tangan anak muda)

Sifat lahir harus sesuai dengan sifat rohani, agar …

(Anak muda sadar dan mendepak mitraliur. Terdengar serentetan tembakan).

… agar dicapai kesatuan waktu, kesatuan ruang, kesatuan laku.

 

itu lah sedikit cuplikan dari cerita Bulan Bujur Sangkar

Silakan Klik Disini Untuk Mendownload

Terimakasih.

Selengkapnya... »»  

Saturday, October 2, 2010

THE HOUSE OF BERNARDA ALBA–Naskah Drama

THE HOUSE OF BERNARDA ALBA (La Casa de Bernarda Alba) By Federico Garcia Lorca In a new translation by Caridad Svich

Characters:

BERNARDA, sixty years old

MARIA JOSEFA, Bernarda’s mother, eighty years old

ANGUSTIAS, Bernarda’s daughter, thirty-nine years old

MAGDALENA, Bernarda’s daughter, thirty years old

AMELIA, Bernarda’s daughter, twenty-seven years old

MARTIRIO, Bernarda’s daughter, twenty-four years old

ADELA, Bernarda’s daughter, twenty years old

SERVANT, fifty years old

PONCIA, sixty years old

PRUDENCIA, fifty years old

BEGGAR WOMAN with LITTLE GIRL

WOMEN MOURNERS

WOMAN 1

WOMAN 2

WOMAN 3

WOMAN 4

YOUNG GIRL

THE HOUSE OF BERNARDA ALBA  Download

Selengkapnya... »»  

TERTAI–Naskah Drama

TERTAI 1 ( MIMPI MIMPI) Karya : Ang Gaos Al_Cirbany

TOKOH

saro’ ( Saro’ muda dan Saro’ tua )

somad (somad muda dan somad tua)

uyun (uyun muda dan uyun tua )

orang tua

fikri  (Fikri kecil), (suara) (fikri remaja)

Suasana panggung di suatu ruangan belakang penghubung dapur dan ruang tengah.terdapat amben,baju- baju tergantung serta meja makan dan beberapa kursi.

(lampu samar samar dan musik pelan mengalun)

Didalam Lamunan saro’ tua yang duduk di kursi meja makan  tergambar kepergian si fikri dengan bapak ibunya sedang bersiap-siap mengamas pakaianya kedalam kardus dan pamit berangkat mencari ilmu dan dipondokan oleh bapak ibunya di pesantren tebu ireng daerah jombang jawa timur ketika itu fikri baru saja selesai SD.

(black)

Babak I

            (pada babak 1  saro’ tua masih memandang adegan demi adegan seperti menceritakan saja dari belakang di sebuah kursi tua) Masih dalam  kenangan  tentang perjuanganya masa lalu, ketika itu saro muda dan somad juga muda, semua pemain yang ada di adegan ini adalah muda,ketika itu.

Sambil mengenang di kursi tuanya.

unduh sekarang

TERTAI.docdownload

terimakasih kunjungannya

Selengkapnya... »»  

Symphoni anak jalanan–Naskah Drama

Symphoni anak jalanan Karya : IGN. Arya Sanjaya Sebuah sandiwara remaja

Pemain

Atet = pengamen

Iwo = pengamen

Kemal = pengamen

Abdul = petugas

Nasir = petugas

Komandan

 Symphoni anak jalanan

Babak Satu

Di sepotong trotoar sebuah jalan di sebuah kota, tiga remaja tanggung, Atet, Iwo dan Kemal sedang mengamen. Iwo sering bermimpi, Atet sangat acuh dengan dirinya dan Kemal senantiasa menepuk-nepuk perutnya yang selalu kelaparan. Mereka sedang menyanyikan sebuah lagu berirama dangdut.

Lagu Pengamen

Mondar-mandir di sela-sela mobil

nyanyi-nyanyi sampai suaraku sember

hilir-mudik di antara rumah makan

senyam-senyum sampai bibirku dower

andai saja kupunya rumah mobil juga

ku tak akan sengsara

andai saja kudapat hasil berjuta-juta

pasti aku traktir semua

( kepada penonton ) mau, mau, mau ...

unduh filenya

Symphoni anak jalanan.docdownload

Terimakasih atas kujungannya

Selengkapnya... »»  

Syair Kamelia–Naskah Drama

Syair Kamelia, berikut cuplikannya

Nasib bunga diperantauan

Bertaut asa menyulam duka

Adat dan budaya dijunjung tinggi

Sopan dan santun

Telah dijaga,kenapadaku

Yang durjana ? Kasih entah

kemana, cinta jauh dimata

“AkulahKamelia yang

terbiar disangkar kerinduan

yang membakar”

Dimanakah tuan kini ?

Hilang dimata dihati tidak,

Berurai air mata kutagih

Janji, biar jadam ridho

Ku terima

Naskah oleh : Tri Aamalia Lestari

BAG. I

Disuatu tempat kecil di Batavia, terdapat sebuah kampung bernama kampung melayu. Disana terdapat komunitas kecil daripada orang-orang melayu yang merantau. Tercipta suasana kampung yang asri seperti di kota melayu layaknya. Para penduduknya senang bersenda gurau. Di depan halaman rumah, Kamelia sedang menyapu halaman lalu lewatlah beberapa orang pemuda yang menyapa Kamelia dengan lirikan dan siulan, sesekali menyeru gadis desa itu. Kemudian disusul teman-teman dan tetangga Kamelia. Merekapun saling menyapa bersenda gurau penuh keramahan, saling memberi nasehat dengan bersenandung dan menari bersama.

Setelah suasana kembali sepi, Kamelia meneruskan pekerjaannya di teras. Dari kejauhan datang Samsul dengan luka-luka di tubuhnya.

Kamelia : “ Abang ade apeni bang… ? Uww… pastilah abang betengka lagi, iye kan ? Sudah berape kali abang mace mini,tak jera ke ? ” ( sambil mengobati luka-luka Samsul ).

Samsul : “ Bukannye abang yang nak betengka, merekelah yang berani-berani nak tantang abang jadi ye abang terime aje. Tapi asal kau tau Kamelia, abang babak belo macam ni bukannye kalah, abang dihantam oleh tujuh orang Jawe tu, soal kecillah tu, satu due kali pukul tunggang langgang lah mereke lari.

Ha….ha…. ”

Kamelia : “ Abang-abang, jadi betul abang betengka lagi dengan orang-orang Jawe tu. Alamakjang……hari ini tujuh orang besuk sepuluh orang besok lagi satu kampunglah nak pukul abang, teruklah badan ! Kenapelah abang ni, suke sangatlah abang betengka, Kamelia yakin pasti abang yang belagak, itulah yang buat mereke meradang. ”

Samsul : “ Eh Kamelia sini abang nak cakap, kite ni orang Melayu yang terkenal jago dan terhormat jadi pantanglah bagi abang dikalahkan same orang-orang Jawe yang ilmunya tak cukup ( sambil menunjukkan kelingking ) pantang dek abang cume nak tunjuk meski kite ni tinggal di negeri orang tapi kite ni tetap orang Melayu yang hebat dan pantang menyerah.”

Kamelia : “ Abang cakap macam cume abang yang paling terhormat dimuke bumi ni. Sebut aje pengase jagad raye, nak menyaingi Tuhan ke ? kite ni duduk dekat perantauan bang, ini negri orang janganlah suke mengacau. Kite cume hidup bedue, mesti boleh jage diri dan adapt, tetapi bukan bemakne abang mesti betengka dengan orang-orang sini. Orang takkan hormat kite atau anggap kite ni terhormat, bile kite juge tak sopan. ”

Samsil : “ Hei kenape ni adek abang jadi marah-marah. Buruklah orang tengok, nanti orang kate bunge dese yang parasnye bak rembulan tu da redup.”

Kamelia : “ Abang dengalah cakap Kamelia kali ni aje, janganlah abang betengka lagi, abang tau sendiri kite ni masih dijajah Belanda, negri kite kan hanco, bile persatuan bangsa ini taka ade. Bukankah semestinye bangsa yang beragam ini menjadi satu buat menghadapi Belande. Entah tu orang Jawe, Melayu, Betawi ataupun Sunde, mereke semue tu saudare kite, hargailah prajurit yang susah payah beradu di medan perang ”.

Samsul : “Cakap kau macam ceramah kopral aje, sudahlah yang penting abang kau ni selamat, cume itukan yang kau risaukan. Kau tu

taulah alasan sebenarnye,abang betengka ni kerne abang tak suke dengar mereke betaruh demi merebutkan kau. Mereke pikir kau ni emas ape ? aku tak terime orang-orang Jawe tu perlakukan kau mom tu dan aku juge…. ”

Kamelia : “ abang sekali lagi Kamelia cakap, janganlah abang betengka lagi, Kamelia cume punye abang kalau abang terluke atau terbunuh siape nak tolong Kamelia ni ? ”

unduh filenya

Syair Kamelia.docdownload

Terimakasih telah berkunjung

Selengkapnya... »»  

SITTY NOERBAJA–Naskah Drama

SITTY NOERBAJA (EPISODE LEPAS DARI BUMI) OLEH ILHAM YUSARDI

PEMAIN

Seorang perempuan muda, berperan sebagai SITTY NOERBAJA

Seorang laki-laki muda, berperan sebagai SAMSUL BAHRI

Seorang laki-laki muda, berperan sebagai BAKHTIAR

Seorang laki-laki muda, berperan sebagai ARIFIN

Seorang laki-laki paruh baya, berperan sebagai AYAH

Seorang laki-laki tua, berperan sebagai DATUK MARINGGIH

Seorang laki-laki, berperan sebagai PENDEKAR LIMA

Seorang laki-laki, berperan sebagai PEDAGANG

Seorang laki-laki, berperan sebagai PEDAGANG PALSU ( SURUHAN DATUK )

Beberapa orang SISWA.

Download filenya

SITTY NOERBAJA.docdownload

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

Secrets Forgiven–Naskah Drama

Secrets Forgiven By Valerie A. Klaus

Summary: Kirsten has hidden secrets from her past. She’s never dealt with them or shared them with her soon-to-be fiancĂ©. Will she be able to share them? Will he forgive her? Or will their relationship end? Kami has secrets, too. Is it her fault her mom is sick? Who can she tell of her feelings about her dad? These and other questions are answered when both girls find out that God forgives all. Keywords: Family relationships, mental illness, hurt, anger, forgiveness, marriage
Style: Dramatic.  Duration: Approx. 60-75mins
Scripture reference: Luke 7:47,48
Actors: 5M, 6F, 3C, 6M/F, 1VO (doubles can be used)

Characters

KIRSTEN. Women in her late 30’s, works with teens in Church/ HS.

KAMI. Young teen, attends church and HS where Kirsten teaches.

SHELLY. Kami’s friend from school.

BOY/GIRL At school.

KYLE.   Boy at school.

JORDAN. Man in his early 30’s, Intern at the church.

MRS. GREER. Kirsten’s mother.

MR. BLACK.     Kami’s father, Mitch.

MRS. BLACK. Kami’s mom, Sharon.

CAMERON Shelly’s brother. 7-10 years old.

PASTOR DAN. Pastor and counselor to Kirsten and Jordan.

THERAPIST White Doctor coat, female or male.

KYLES MOM    About 45, casual.

COACH. About 35, casual.

WAITRESS/WAITER 3 Romantic table.

WAITRESS /WAITER 2. 50’s table.

WAITRESS/WAITER 1. Outside café.

OLDER SISTER/BROTHER. Young teenager.

SIBLINGS 1 & 2. 8-10 year old.

SECRETARY. Voice off stage.

Download here

Secrets Forgiven.docxdownload

Terimakasih telah berkunjung

Selengkapnya... »»  

SRIKANDI EDIAN–Naskah Drama

SRIKANDI EDIAN Karya : Sang Aru ( Hardjono Wiryosoetrisno )

Daftar Pemain :

1. Srikandi : remaja putri tomboy, cerdas dan cantik

umur sekitar 17 thn.

2. Dalang : remaja laki-laki atau perempuan, kocak dan cerdas.

3. Wayang wayang : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn

jumlahnya lebih 5 orang boleh laki, perempuan atau campuran.

4. Pak pos : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting bisa

naik sepeda motor atau sepeda biasa.

5. Dibantu oleh kelompok musik.

Synopsis

Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo, jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga.

Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan.

Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah, tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. Mengapa ?

Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi, atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari, dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini.

Silakan unduh filenya

SRIKANDI EDIAN.docdownload

Terimakasih kunjungannya.

Selengkapnya... »»  

PARA-PARA PELAYAT–Naskah Monolog

Anwarul Ma’arif – Naskah MONOLOG PARA-PARA PELAYAT Karya BINA MARGANTARA. Berikut cuplikannya :


TEMARAM MERAH YANG MENCEKAM DI ATAS PANGGUNG. BATU NISAN BERSERAKAN DI MANA-MANA, SAMPAI KE ATAS MEJA. SEORANG TUA SEDANG SIBUK MENATA RUANGAN AGAR KELIHATAN SEDIKIT RAPI. KEMUDIAN MENGAMBIL SAPU LIDI, MENYAPU LAYAKNYA TUGAS PEMAKAMAN.

BACKROUND SILUET YANG MEMPERTONTONKAN ORANG-ORANG MENGERANG (TERLEPAS DARI LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN) SALING CEKIK, SALING PUKUL, SALING TENDANG, SAMPAI SALING BUNUH.

ORANG TUA ITU TIDAK BERGEMING

DIA MEMBETULKAN LETAK PHOTO-PHOTO ( PHOTO ORANG-ORANG YANG TAK DIKENALNYA). DIA MELIRIK KE KANAN PANGGUNG, MELIHAT KERANDA YANG KOSONG, LALU TERSENYUM DAN AKHIRNYA TERTAWA KERAS.

DIA MENGAMBIL KORAN, DUDUK DI MEJA SAMBIL MEMBACA.

Berita hari ini : headline-nya “KORBAN MUTILASI ITU BERNAMA BUNGA”

Hmmm, Bunga kenanga harum sepanjang malam, atau Bunga bangsa. Teramat ngeri!

Apa yang harus kuperbuat?

Wah,sepertinya aku harus bergegas ke warung Mpok Sumirah, menanyakan apa artinya nama Bunga itu? Mungkin akan ada banyak jawaban dari pelanggan kopinya, dengan mengalihkan sedikit cerita (DIA TERTAWA) agar deretan hutangku agak dilupakan oleh Mpok Sumirah, walau mendamaikan ceracaunya sekedar hari ini, jadilah.

Astaga, aku lupa. Hari ini aku harus membayar juga hutang kepada Pak Pandu, tapi aku mampir dulu ke warung kopi, setelah itu baru aku ke rumah Pak Pandu, minimal memberi tahu kalau aku belum punya uang hari ini, sekaligus memohon memperpanjang tempo hutang. Seperti biasa Pak Pandu.

SESAMPAI DI WARUNG KOPI, NAFASNYA MASIH TERENGAH-ENGAH, LANGSUNG MENARIK PERHATIAN PENGUNJUNG LAINNYA.

langsung unduh saja filenya

PARA-PARA PELAYAT .docdownload

Terimakasih telah berkunjung.

Selengkapnya... »»  

Pinangan–Naskah Drama

Anwarul Ma’arif - P i n a n g a n ( Komedi Satu Babak ) Karya Anton Chekov Saduran Jim Lim Suyatna Anirun, Berikut cuplikannya :

( RUANG TAMU DI RUMAH RADEN RUKMANA KHOLIL)

RUKMANA : Eee ... ada orang rupanya. O ... Agus Tubagus, aduh, aduh, aduh ... Sungguh diluar dugaanku. Apa kabar? Baik ... ??

(MEREKA BERSALAMAN).

AGUS : Baik, baik, terima kasih, bagaimana dengan Bapak?

RUKMANA : Baik, baik. Terima kasih atas doamu, dan seterusnya ... duduklah. Memang tidak baik melupakan tetanggamu, Agus. Ooo, tetapi kenapa kau pakai pakaian resmi-resmian? Jas, sapu tangan dan seterusnya ... ... Kau hendak pergi kemana?

AGUS : Oh, tidak Aku hanya akan mengunjungi Pak Rukmana Kholil yang baik.

RUKMANA : Lalu mengapa pakai jas segala, seperti pada hari lebaran saja.

AGUS : Begini soalnya. (MEMEGANG TANGANNYA SENDIRI) Aku mengunjungi Pak Rukmana Kholil yang baik, karena ada satu permintaan. Sudah lebih satu kali aku merasa sangat beruntung telah mendapatkan pertolongan dari Bapak yang selalu boleh dikatakan ..., tapi aku, aku begitu gugup. Bolehkah aku minta segelas air, Pak Rukmana? Segelas air!

RUKMANA : (KESAMPING MENGAMBIL MINUMAN). Sudah tentu dia akan pinjam uang, tapi saya tidak akan memberinya.

(KEPADA AGUS) Apa soalnya, Agus?

AGUS : Terima kasih, Pak Rukmana ... Maaf ... Pak Rukmana Kholil yang baik, aku begitu gugup. Pendeknya, tak seorang pun yang bisa menolong saya, kecuali Bapak. Meskipun aku tidak patut untuk menerimanya, dan aku tidak berhak mendapatkan pertolongan dari Bapak.

RUKMANA : Akh, Agus jangan bertele-tele, yang tepat saja, ada apa?

Langsung unduh saja filenya

Pinangan.doc download

Terimakasih telah berkunjung

Selengkapnya... »»  

Friday, October 1, 2010

RT NOL RW NOL–Naskah Drama

Anwarul Ma’arif – Naskah Drama RT NOL RW NOL Karya Iwan Simatupang. Berikut Cuplikannya :

Adegan I

Kolong jembatan ukuran sedang, di suatu kota besar. Pemandangan biasa dari pemukiman kaum gelandangan, lewat senja. Tikar-tikar robek. Papan-papan. Perabot-perabot bekas rusak. Kaleng mentega dan kaleng susu kosong. Lampu-lampu templok. Dua tungku berapi. Diatasnya kaleng mentega, dengan isi berasap. Si Pincang menunggui dengan jongkok tungku yang satu, yang satu lagi ditunggui oleh Kakek. Ani dan Ina dalam kain tidak rapi, dan kutang berwarna, asyik berdandan dengan masing-masing ditangannya sebuah cermin retak.

Sekali-kali terdengar suara gemuruh jembatan, tanda kendaraan lewat.

Suara gemuruh lagi.

Kakek : rupa-rupanya mau hujan lebat.

Pincang : (tertawa) itu kereta gandengan lewat, kek!

Kakek : apa?

Pincang : itu, truk gandengan, lewat.

Kakek : (menggeleng-gelengkan kepala, sambil mengaduk isi kaleng mentega di atas tungku) gandengan lagi! Nanti roboh jembatan ini. Bukankah dilarang lewat sini.

Ani : lalu?

Kakek : hendaknya, peraturan itu diturutilah.

Ani tertawa terbahak-bahak

Kakek : kalau begitu, apa gunanya larangan?

Ani : untuk dilanggar.

Kakek : dan kalau sudah dilanggar?

Ani : Negara punya kesibukan. Kesibukan itu namanya : bernegara.

Kakek menggeleng-gelengkan kepalanya. Terus mengaduk makanannya.

Suara gemuruh lagi.

Pincang : kali ini, suara guruh.

Ani : (tersentak) apa?!

Unduh filenya dibawah

RT NOL RW NOL .rtf – Download

Terimakasih atas kunjungannya.

Selengkapnya... »»